Semua tahu kisah kita, beberapa beranggapan bahwa ini tidak baik. Namun pada rentan waktu yang tidak biasa, kita berdiri sebagai si paling bisa, hingga ujian itu terlewati. Kita di pertemukan lagi, bukan untuk berpisah kembali, Namun kali ini untuk membuat bagian itu menjadi lebih bernyawa yaitu dengan kembali bersama lagi. *** Membuka mata, Lea menahan napasnya ketika tubuhnya terasa dipeluk seseorang. Menoleh karena posisinya memunggungi, Lea menggeleng karena menemukan Altair masih terlelap disebelahnya. Memperhatikan lelaki itu yang dengan pulasnya masih berada disampingnya. Ini konyol, untuk segala yang terjadi seharusnya ini tidak begini, seharusnya Lea marah atau memaki karena semakin hari kesempatan yang ia beri semakin menggugah hatinya. Tapi aneh karena Lea tetap me

