Bab 13

1783 Kata

Nico mengangguk cepat. “Terima kasih. Terima kasih banyak.” Ia lalu mendekati suster yang berjaga di depan pintu ruang ICU. “Suster, saya sudah dapat izin keluarga Ibu Miranda. Boleh saya masuk sebentar?” Perawat sempat ragu ketika Nico meminta izin masuk. Jam kunjungan sebenarnya sudah hampir habis. Namun setelah melihat wajahnya yang pucat, mata yang tampak lelah, dan sikapnya yang begitu sopan, ia akhirnya mengangguk pelan. “Jangan lama-lama ya, Pak.” Nico mengucapkan terima kasih dengan suara rendah, lalu melangkah masuk ke ruang ICU. Mata Nico bertemu dengan mata ayah Miranda yang sedang berjaga di samping ranjang. "Asalamualaikum, Pak. Maaf, saya mau lihat Miranda sebentar," sapa Nico santun. "Waalaikumsalam. Silakan, tapi tolong jangan berisik," jawab ayah Miranda datar. "Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN