Bab 12 : Perjanjian Kontrak

1870 Kata

Harus ada perjanjian karena memang hanya pernikahan sementara.. *** "Gimana dengan kaki lo?" tanya Eno sambil menyendokkan spagetti yang ada dipiringnya. Aku mengangkat menatap Eno di depanku.  "Udah baikan, buktinya kan gue udah masuk kantor lagi," jawabku mengunyah kentang goreng di depanku, kami memang sedang di salah satu cafe untuk makan siang bersama. Karena setiap hari minggu kami memang selalu nongkrong bareng untuk sekedar bertemu.  Biasanya kami memang melakukannya juga di hari sabtu namun karena Eno malam minggunya bersama Abdu, Ummi punya acara keluarga, sedang aku juga punya acara sendiri yaitu menyambut kedatangan Irvin ke rumah makanya kami nongkrongnya hari ini. Aku menghela napas ketika mengingat si pelayan dingin itu, entah apa yang dikatakannya pada bunda sampai bund

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN