Rasanya semua perempuan di dunia ini akan gugup ketika bertemu dengan orangtua pasangannya.. *** Mataku mengerjap beberapa kali, melawan cahaya terik matahari melalui celah jendela kamar yang belum terbuka sempurna. Setelah kesadaranku mulai terkumpul aku menatap sekeliling memastikan di mana aku berada sekarang, kamar ini tidak terlalu luas dan tidak banyak perabotan yang membuat kamar ini sesak. Hanya ada meja kecil samping ranjang dengan lampu tidur yang manis sebagai hiasannya, lemari kayu dua pintu diujung sebelah kiri ranjang, meja belajar yang tampak sederhana di depan ranjang, samping meja belajar ada rak buku lumayan besar tergantung ditembok, jendela besar samping kanan ranjang dan sebuah pintu yang aku yakini adalah pintu kamar ini. Ditembok kamar juga tidak ada hiasan apa-apa

