“ Maafkan saya Nona, saya benar – benar buta karena hasutan wanita itu. Saya benar – benar minta maaf,” ucap Teddy Godam setengah merengek meminta penagampunan dari Alina. Alina berdiri, lalu berjalan menghampiri Teddy Godam. “ Kenapa kamu berlutut? Bukankah kamu akan melecehkanku? Dan setelah itu akan diberikan pada anak buahmu untuk menggilirku sampai mati?” Wajah Teddy Godam semakin pucat saat mendengar perkataan Alina. Bagaimana bisa dia mengatakan hal yang bodoh seperti itu. Perkataan yang akan membuatnya terbunuh detik ini juga. “ Saya salah, saya memang bodoh. Tolong ampuni saya Nona, anggap saja saya hanya sebuah kotoran yang tidak berharga dimata anda.” Teddy Godam kembali membenturkan wajahnya kelantai beberapa kali sebagai ungkapan penyesalannya atas perkataan bodohnya pada

