Chapter 50

1221 Kata

Arsen masih terus melajukan mobilnya keluar kampus. Ia tidak peduli dengan rengekan Giselle yang memintanya kembali. Gadis itu belum berpamitan dengan Gladys. Bahkan, tasnya masih tertinggal. Rasanya meminta Arsen untuk mengantar Giselle kembali terasa percuma. Arsen akan tetap pada pendiriannya. Ponsel Giselle berdering terus-menerus. Nama Marco muncul pada layar ponselnya. Giselle sangat yakin lelaki itu pasti tengah mencarinya. Gadis itu tidak mengira Arsen akan berbuat seperti itu padanya. Arsen yang dulunya begitu lembut memperlakukannya sangat jauh berbeda. Arsen memang tidak berbuat kasar, tetapi lelaki itu tidak mau mendengarkan penjelasan Giselle bagaimana bentuknya. “Kenapa tidak diangkat?” Arsen masih menatap lurus ke depan. Ia tidak peduli dengan sikap Giselle yang terlihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN