Arsen memilih keluar paviliun. Mendengar teriakan aba-aba Matew saat berolah raga membuat lelaki itu bosan berada di dalam kamar. Ia merasa tubuhnya sudah kembali normal. Namun, Mr. Zian masih saja menyuruhnya berdiam di kamar. Ia tersenyum melambaikan tangan ke arah segerombolan anak buahnya. Matew memimpin berada di barisan paling depan. Mereka tersenyum menyambut kedatangan Arsen. Melihat keadaan Arsen membaik membuat mereka berhenti sesaat. “Pagi, Bos.” Arsen hanya tersenyum, ia melipat kedua tangannya dan bersender tiang di dekatnya. Matanya tertuju pada gadis yang baru keluar dari kediaman Winata Yoga. Gadis itu terlihat gelisah dan menengok kanan-kiri. Matew melihat ke mana ekor mata Arsen tertuju. Ia melihat Giselle yang menjadi pusat perhatian Arsen sekarang. “Ehem …” Matew se

