cemburu yang berlebihan

1723 Kata
Hari ini, sudah genap 5 bulan Arya dan Karina berpacaran awanya mereka mengira jika Irma yang biasanya terobsesi dengan Arya akan terus mengejarnya Terutama Karina, yang selalu dihantui perasaan takut yang semakin menjadi jika nantinya suatu saat Irma benar-benar akan membuat. perhitungan dengannya selain itu, hubungan Arya dan Karina dari awal juga sudah terbuka dengan orang tua masing-masing dan juga Arya lebih banyak spending time dengan keluarga dari Karina jika ada waktu senggang karena ada Ferry disana yang sudah dianggap.seperti adiknya sendiri Setelah beberapa minggu Arya dan Karina yang berkutat dengan sekolah mereka yang kebetulan mempunyai jadwal yang sama untuk ujian akhir semester, dan hari ini mereka bisa bertemu dengan leluasa tanpa terfikir masalah ujian semester, "sayang, kamu udah kelas 12 loh.. kamu mau kuliah dimana ntar? udah kepikiran belum?" tanya Arya pada Karina "aku pengennya sih kuliah di ausie mas... ambil management bisnis disana gitu,tapi masih rencana aja sih" jawab Karina dengan polosnya "sayang jangan becanda ahh kamu, kalo kamu ke ausie.. trs mas sama siapa In?" Arya yang lantas keberatan dengan rencana Ina "lagian kalo cuma management bisnis aja, di kampus mas juga bisa khan? ntar kuliahnnya bareng sama mas?" Arya. yang menawarkan agar Ina kuliah di kampus tempatnya belajar "ehmmm... iya kah" tanya Karina sambil memicingkan matanya dan menggoda Arya "khan bener tuh.. satu jurusan sama mas khan enak, berangkat bareng,ntar pukang juga bareng" "iya.. tapi ntar di tengah-tengah semester mas udah lulus akunya khan belooommmmmm" "ya apa bedanya sih sayang ahh... walaupun nanti mas kerja khan mas juga bisa anter jemput kamu sayang,udah nggak usah jauh-jauh yah? memangnya bisa tuh dewean? kamu masak aja.nggak bisa trs disana gimana? "ihhh menghina bener ahh... bisa kali ahh mas" jawab Karina yang tak mau kalah "masak apa coba? orang ga pernah bikinin mas bekel, yang bikinin pasti mama" "bisalah, masak air kalo mau bikin teh,kopi or s**u,trus masak mie,,truuusss...(pura-pura mikir) itu masak telor... tapi gosong" "haaadddeeeehhhhhh......." lalu keduanya tertawa lepas bersama di dalam mobil tiba-tiba handphone Ina berbunyi, Kriiiingg... Karina yang melihat nomor tak dikenal lantas tak langsung mengangkatnya, dia biarkan jika samapi 3kali berdering dengan nomor yang sama maka akan dia angkat Arya yang melihat itu menjadi heran "kenapa nggak diangkat sayang" "nggak kenal mas sama.nomernya, tapi udah 2kali ini tadi telfon, kalo ntar telfon lagi aku angkat" ternyata nomor yang sama menelpon Ina kembali dan Ina angkat "Hallo, iya ini siapa yah?" "ini Karina khan yah?" suara cowok diseberang dan Arya pun mendengar suara tersebut dan mengernyitkan dahinya "iya, ini siapa yah?" tanya Karina "ini aku dimas, kamu dimana sekarang? aku jemput boleh nggak?" "dimas? anak temennya mama tempo hari itu? tau no aku dari siapa?" tanya Karina yang heran "ohh aku tanya mama kamu, ehh tadi belum dijawab,kamu dimana? boleh aku jemput nggak sepulang sekolah?" "aku udah pulang sekarang lagi jalan sama pacar aku, kenapa memangnya? ada apa sih?" "ya gapapa aja sih, bisa ketemu nggak? aku pengen jalan sama kamu bisa nggak" "nggak... lagian kamu tuh aneh bener sih, aku udah bilang kalo aku lagi. sama pacar aku malah nggak percaya!" "ya aku khan cuma tanya aja, bisa nggak....." belum sampai dimas menuntaskan pembicaraannya Karina langsung menutup telfonnya "hhuufffttt.... maunya apa sih" Karina yang sebal "siapa tadi? dimas? siapa juga itu?" tanya Arya dengan nada dan intonasi yang benar-benar tak enak untuk didengar "anak temennya mama, hari minggu kemarin tuh ada acara khan mas di rumah, ada dia, sebel aja liatnya" Arya yang melihat Karina, merasakan ada yang tidak beres hari minggu yang lalu, "kakak tolong turun nak,bentar lagi keluarga temennya mama mau datang nak" kata Mama Karina "iya ma,tunggu bentar" jawab Karina tak berapa lama Karina pun turun dari kamarnya "ada acara apa sih ma? tumben bener temennya mama bawa keluarganya kesini?" tanya Karina mendadak heran "ya cuma silahturahmi aja sayang, khan nggak papa, anak pertamanya sebaya kamu loh" "ohhh..." jawab Karina yang ber Ohh ria lalu Ferry tiba-tiba datang dan menyomot salah satu kue yang akan disajikan "kalo sekeluarga mungkin mau ngelamar kakak kali" kata Ferry lalu tertawa terbahak-bahak "diiihhhh....nggak lah, trus mas Arya mau ditaruh dimana?" jawab Karina yang refleks emosi pada adiknya "ya taruh ditempatnya lah kak.. hahaha" Ferry yang semakin tertawa "ketawa aja terus tuh,keselek kamu ntar" sungut Karina mamanya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anaknya setelah 30 menit berselang datanglah keluarga dari teman mama Karina mama Karina yang excited karena bertemu dengan sahabat lamanya dan keluarganya tak disangka Dimas,anak dari sahabat mama Karina tersepona...ehhh terpesona melihat Karina sementara Karina sedang diruang tengah untuk menonton tv,lalu anak dari sahabat mamanya ini memberanikan diri untuk mendekati Karina "hei, lagi apa?" Karina yang menoleh lalu menghela napas, "nggak liat aku nonton tv? aneh tau nggak" "hehehe... aku dimas.. nama kamu siapa?" "karina!" jawab Karina dengan ketus "katanya kamu sekarang kelas 12 yah, sama dong kayak aku" "ehmmm... tapi aku nggak nanyak tuh" sambil melihat Dimas "ehmm....kamu sek..." belum sampai Dimas menyelesaikan ucapannya langsung dipotong oleh Karina "sudah yah.. maaf aku mau ke atas dulu" Karina yang sebal dengan kehadiran Dimas langsung naik ke kamarnya yang ada di lantai 2 Dimas yang hanya tersenyum melihat Karina, merasa penasarandan tertantang dengan Karina Dimas hanya tersenyum melihat sikap dinginnya Karina sang mama hanya bisa menggelengkan kepala ketika tau sikap anaknya yang seperti itu ketika akan berpamitan Dimas memberanikan diri untuk meminta nomor handphone Karina pada mamanya "Tan, aku boleh minta No handphonenya Karina ndak?" tanya Dimas "untuk?" tanya mama Karina "ya pengen kenal aja sih Tan, apa nggak boleh?" "gimana yah?" Mama Ina yang terlihat bimbang "udah Mir, gapapa kali ahh,namanya juga anak lagi masa puber menuju dewasa" bujuk sahabat mama Ina "bukan nggak boleh sih, cuma Ina khan udah punya pacar, khan nggak enak juga" kata Mama Ina beralasan "ahhh masih pacaran khan, gapapa kali ah, siapa tau ntar kita besanan khan kedepannya" "hahahaha(tertawa yang amat garing sampe kedengeran kriuknya),tolong cuma temenan aja yah, saya nggak mau ikut campur kalo masalah perasaan anak-anak" kata mama Ina dengan senyum yang dipaksakan "ahh nanti juga terbiasakan kalo dibiasakan, ya nggak Dim" bujuknya terus "hemmm.. ya sudah, tapi kalo anaknya nggak mau jangan dipaksa lho yah?" mama Ina yang menyerah akhirnya Dimas bisa mendapatkan no handphone Karina dan mereka beranjak pergi dari rumah Ina "huuuuhhhh.. masih tetep aja dari dulu suka maksain kehendak" Mama Ina hanya berharap tidak akan terjadi apa-apa dengan hubungan antara Arya dan Ina Flashback end ketika Karina sudah mematikan telfonnya, Karina langsung melihat ke arah Arya yang sudah terlihat seperti orang yang sedang marah "mas.... kok diem sih?" "gapapa" "mas marah" "ga" "mas... " "apa" "kok singkat bener sih mas jawabnya,semarah marahnya mas sama aku nggak pernah mas jawab kayak gini singkatnya" Karina yang sudah mulai kesal dengan sikap Arya sampailah mereka di mall dan ketika mobil Arya sudah menemukan tempat parkir, tiba-tiba Karina cepat-cepat melepas seatbeltnya dan mengambil tas, "mendingan aku sekarang pulang naik taksi aja mas daripada jalan sama orang yang marah nggak jelas gini" kata Karina yang akan membuka pintu mobil dengan sigapnya, Arya langsung menarik Karina menangkupkan pipi Karina dan mencium bibir Karina walaupun itu ciuman yang singkat tapi biss membuat Karina merasa seperti tersengat listrik arus kecil dan untung nya kaca mobil Arya dari luar tidaklah kelihatan setelah melepaskan ciumannya, Arya yang masih menangkupkan pipi Karina, "dengerin mas .. mas sama sekali nggak suka kalo ada yang nelpon-nelpon kamu kayak gitu, mas cemburu, mas nggak rela kalo kamu di deketin sama orang lain, mas itu sayang sama kamu ngerti nggak sih?" kata Arya panjang kali lebar "mas... aku juga sayang banget sama mas, aku nggak mungkin bakalan ada niatan untuk selingkuh dibelakangnya mas, lagian juga mana tau aku mas kalo mama yang ngasih no aku" kata Karina sambil cemberut "hhhhhh... trus?" "trus apanya?" "orangnya kayak gimana sih?"pancing Arya "biasa aja lah mas... masih gantengan juga mas... aku liat dia udah nggak minat kali mas ahh" "ahh yang bener?" sambil mencolek dagu Ina "ishhh dikasih tau tapi ngeyel ya mas ituhh" "kamu kalo ngasih tau lucu tau nggak sayang" Arya langsung memeluk Ina "mas bener-bener sayang sama kamu" "aku juga sayang banget sama mas" sambil membalas pelukan Arya dengan singkat "udah ahh ayo.. katanya mau nyari buku buat aku mas.. gimana sih ahh" "iya ... iya... sabar kenapa.sih" mereka.akhirnya masuk ke dalam mall, tak.sedetik pun genggaman tangan Arya dilepaskan kecuali jika Karina ke kamar mandi setelah mendapatkan apa yang mereka cari, tak disangka mereka bertemu dengan Dimas dengan tak sopannya, Dimas langsung menarik Karina yang saat itu sedang berjalan dan dirangkul oleh Arya, "apa sih ahhh..." "kamu ngapain disini" "heh...kamu yang sopan yah, maksudnya apa coba?" tanya Arya dengan emosi yang memuncak "kamu yang siapa?" tanya Dimas seolah menantang Arya "aku pacarnya Karina, keperluan kamu apa tarik-tarik pacar orang sembarangan" kata Arya semakin tak terima "aku mau ngajak dia pulang,masalah?" "iyalah,orang dia pacar aku" "karina.. ayo kamu pulang sama aku, dan bilang sama dia aku siapa?" "dihhh memangnya kita kenal apa? aku sama kamy baru ketemu sekali, aku jadi pacar dia sudah 5 bulan, waras nggak sih kamu?" kata Karina yang sudah terpancing emosinya "Karina... aku ini anak sahabat mama kamu, masa iya kamu lebih milih dia.sih daripada aku" "mau kamu ini apa sih?" tanya Arya yang emosinya sudah di ubun-ubun "biarin karina pulang sama aku" "nggak ada aku pulang sama kamu, aku nggak ada urusan sama kamu, ayo mas.. biarin aja dia.. orang nggak jelas.." kata Karina sambil menarik Arya untuk pergu dari sana "Rin.... aku nanti telfon mama kamu lapor kalo kamu nggak mau aku ajak pulang" teriak Dimas "bodo amat" teriak Karina tanpa menengok ke belakang sesampainya di parkiran, Karina yang masih dongkol dan Arya yang masih emosi, "mulai besok kamu sekolah mas antar jemput,kemana-mana juga sama mas" "iya mas...sebel bener sih ah" tanpa mereka duga ditempat lain, Irma yang selalu mengikuti Kemana Arya pergi merasa mempunyai kesempatan untuk merusak hubungan antara Arya dan Karina Irma langsung mendekati Dimas, "kamu suka sama cewek tadi" "siapa kamu? mau ngapain ngurusin urusanku?" tanya Dimas "aku bisa buat kamu dengan gampangnya ngedapetin dia, asal kamu mau kerja sama sama aku" setelah Irma bercerita panjang lebar, Dimas pun tersenyum sinis, "okey... aku tunggu tanggal mainnya, kamu dapat cowoknya aku dapat Karina, kamu hubungi aku nanti kalo memang mau ngelakuin, aku cabut dulu" pamit Dimas pada Irma Irma merasa kali ini dia bisa menang dari Karina karena melihat ada celah untuk merusak hubungan Arya dan Karina apakah yang direncanakan oleh Irma dan Dimas?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN