"Yuk!" Al menggenggam tangan Luisa erat. Mengajaknya untuk berjalan menuju ke pintu keluar Bandara Internasional Juanda siang itu. Setelah hampir satu setengah jam mereka berada di pesawat, akhirnya mereka sampai juga di Surabaya. Luisa mengikuti Al yang berjalan di depannya dengan wajah muram. Gadis itu tampak lemas. Al berbalik seketika saat menyadari tidak ada satu katapun yang diucapkan Luisa. Pria itu mengernyit melihat Luisa yang lemas tak bertenaga. "Masih pusing?" tanyanya. Luisa mengangguk kecil. "Sedikit," balasnya. "Kuat jalan?" Luisa diam menunduk. Bibirnya yang cemberut, membuat Al menahan tawanya. "Kalo nggak kuat biar aku gendong." Sontak gadis itu mendongak dan menggeleng dengan cepat. "Nggak!" "Kenapa? Katanya lemes? Kalo emang masih pusing dan nggak kua

