Kenyataan Pahit

1575 Kata

Bagian 22 Desi terus berlari sekuat tenaga tanpa menoleh ke belakang. Menuju motor yang ia parkirkan di ujung sana. Berusaha berlari dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki sambil menahan rasa sakit di kaki akibat dilempar dengan balok oleh Bima. Di luar dugaannya, laki-laki yang bersama Bima tadi berhasil menangkapnya. Laki-laki itu melemparkan balok ke arah Desi sehingga membuat Desi terjatuh untuk yang kedua kalinya. Kini, kaki Desi terasa sakit sekali. Rasanya ia tidak sanggup lagi untuk berdiri. Laki-laki itu kemudian mendekat sambil tertawa, "Mau lari kemana kamu, hah? Kamu pikir bisa semudah itu lolos dari kami!" ujar laki-laki berkaca mata hitam tersebut. Tawanya terdengar menyeramkan. "Sekarang aku sudah menangkapmu, aku ingin tau siapa kamu sesungguhnya," ujarnya lagi sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN