"Aduh gatal." Fatimah meringis, tangannya tetap mengoleskan salep gatal. "Maaf mas." Karisma menoleh kebelakang, "Enggak sayang bukan salah kamu kok. "Tapi kan aku yang minta kamu buat ambil mangga." "ini yang dinamakan perjuangan seorang suami siaga. Sudah gak apa-apa kok." Tangan Fatimah terhenti, ia menunduk tak lama air matanya mulai menggenang. Karisma langsung menoleh saat ada suara isakan kecil. "Hei hei. Sayang, ini bukan salah siapa-siapa kok. Sudah jangan nangis." "Maafin Fatimah mas. Ini badan mas jadi gini." "Sayang enggak apa-apa kok sumpah, ini untuk kamu dan anak kita. Jangan nangis." Karisma mengusap pipi Fatimah. "Aku janji gak akan minta aneh-aneh lagi." "Eh enggak sayang. Mas harus jadi suami siaga buat kamu. Kita sudah pisah lama banget loh. Mas masih

