24

753 Kata

"Kenapa gak di makan?." tanya Karisma. Fatumah menggeleng, tapi tangan nya tak bergerak untuk mengambil sendok. Karisma seolah paham apa yang tengah di pikirkan Fatimah. Ia mengambil sendok itu. Lalu mrnyendoki nasi dan menyuapi kepada Fatimah. "Manja." Fatimah cemberut, tetapi mulutnya tetap menerima suapan itu. "Enggak manja kok." "Masa? Kok harus di suapi." "gak tahu, pengen aja." Karisma terkekeh, "Bisa gitu." "iya bisa." Karisma tidak mempermasalahkan ini, justru ia senang bisa memanjakan Fatimah. Sewaktu berpacaran dengan Kinanti, wakta itu tidak pernah manja. Ya, bisa dibilang seperti itu. "Aaa..." Fatimah membuka mulut nya. Karisma dengan cepat menyendoki nasi lalu menyuapi Fatimah. "Makan yang banyak." "Siyap." ujar Fatimah dengan mulut penuh. Kali ini Karisma membel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN