Esok, Fatimah berniat untuk mencari pekerjaan. Ia tidak bisa diam saja. Ibu dan dirinya butuh makan termasuk anak dalam kandungannya ini. Diatas ranjang, Fatimah menerawang menatap langit-langit kamar, tangannya menyentuh perut nya. "Maaf kan bunda, nak. Bunda jahat. Bunda sempat berniat untuk melenyapkan mu." ia memejamkan matanya, "Bantu bunda untuk bangkit. Setidaknya dengan adanya dirimu, bunda merasa dekat dengan ayahmu." sambungnya. "Nak." Tok tok. "Ya bu, masuk aja." Fatma membuka pintu, ia masuk kemudian duduk di pinggir ranjang. "Kenapa bu?." "Em.. Ibu boleh gak, terima cucian tetangga? Setidaknya ibu bantu kamu cari uang." "Bu, gak perlu, Fatimah aja yang cari uang uang." "Tapi kan, ini untuk tambahan aja nak." "nanti ibu capek." "In syaa Allah enggak, ibu

