44

1350 Kata

"Bu, ini makan malam nya ya. Dihabiskan, ada obat sari dokter juga untuk dedeknya supaya cepet pulih." "Terimakasih sus." "Sama-sama bu." Fatimah terdiam sesaat, "Em sus.." Suster yang tengah meletakkan makanan itu menoleh, "ya?." "Em.. Apa ada laki-laki yang duduk didepan?." Suster itu menggeleng, "enggak bu. Saya tadi antar ini gak ada siapapun." Fatimah hanya bisa mengangguk . Suster itu pergi, ruangan kembali sunyi. Fatimah bjsa pastikan, bahwa ruangan ini VVIP. Terlihatbsekali mencolok dan berbeda. "Huh..." ia menghela nafas. Memejamkan mata sembari mengekus perut ratanya. "Maafkan bunda nak. Bunda yang buat kamu seperti ini." CKLEK. "Fat..." Fatimah langsung menoleh ke sumber suara, ia melotot. Disana Karisma tengah melongokkan setengah badannya sembari menyengir. "B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN