Bukan Dinda

2037 Kata

Hampir lima belas menit berlalu, tapi Enda dan Dinda belum juga kelihatan. Alsaki menoleh lagi ke arah pintu masuk cafe. Cowok remaja ganteng itu mulai gelisah. Jarak antara cafe dan sekolah Raditama tidak begitu jauh harusnya Enda sudah sampai di cafe. "Mereka berdua kok belum sampai?" gumam Alsaki. "Mungkin mereka mampir ke tempat lain dulu," jawab Tiara sambil menyucup ice blend miliknya. "Mampir kemana sih? Coba lo hubungin Dinda, HP gue lowbat." Alsaki tampak gelisah. Tiara mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Lalu ia melakukan panggilan pada nomor Dinda, tapi hingga mencoba menghubungi dua kali, tak ada jawaban dari Dinda. "Gak diangkat." Tiara meletakkan ponselnya di atas meja cafe. "Kemana sih mereka berdua tuh," Alsaki mulai kesal. "Biarin aja lah, kenapa lo jadi gelisah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN