Duka Para Karyawan.

1105 Kata

Azuraa dan yang lainnya menghadiri acara pemakaman Dea, sementara korban lainnya dibawa pulang oleh keluarga masing-masing. Azuraa hanya bisa terisak lirih memandangi tanah merah basah bertabur bunga di hadapannya. “Maafkan aku, Dea!” bisiknya merasa bersalah. Emran yang berdiri di sampingnya segera merangkul bahu dan mengusapnya lembut, dia mengkhawatirkan kondisi istrinya yang sedang hamil muda itu. Di sisi lain, ada Dwi dan beberapa karyawan kafe yang tersisa, mereka sama-sama menangis sedih melepas kepergian sahabatnya itu. “Dea, aku tidak mengira jika kemarin itu saat perpisahan kita. Tau gitu aku kasih saja waktu kamu minta kaos Kuromi itu dari aku!” tangis Dwi terisak-isak. “Sudah, Dwi. Kita kirim doa saja, semoga Dea dan teman-teman yang lain bisa istirahat dengan tenang!” uca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN