45. Itu yang Kamu Bilang Teriakan?

1352 Kata

“Jangan khawatir, situasi sudah rumit dari dulu. Ditambah konflik ini mungkin memang memperburuk keadaan tapi aku yakin mereka mampu atasi karena bagaimanapun juga mereka bersaudara. Nanti aku kabari ya, Renatta setuju atau tidak dengan permintaanmu untuk bertemu.” Akhirnya Rafi benar-benar pamit, meninggalkan Fatih yang berdiri mematung, memandangi langit malam yang penuh gemintang. Renatta, masihkah kamu mengagumi indahnya kerlip gemintang saat malam hari? * Sementara itu, di mobil jeep mewah Erlan, Renatta tertidur pulas mungkin karena lelah menangis. Sedari awal, Erlan tidak pernah berencana untuk mengajak Renatta kemana-mana. Dia memang ingin langsung kembali ke apartemen dan istirahat. Hei, tubuhnya lelah lahir batin karena harus menonton sinetron. Bangunin apa gendong nih ya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN