“Dasar kecoa terbang! Lo sebenernya mau dukung gua apa mau hina gua, sih?!” Marsha mengedikan bahunya dan menatap Kakak laki-lakinya itu dengan sinis. “Sebenernya lo tuh suka apa cuman manfaatin Kak Fresya doang, sih?” “Kenapa jadi bahas Fresya?” “Gak usah banyak gaya sampe nyuruh Kak Fresya pergi dari rumah.” “Itu sebulan lalu.” “Mau sebulan lalu, kek. Mau setahun yang lalu, kek. Mau sewindu yang lalu, kek. Intinya lo pernah kan kaya gitu ke Kak Fresya? Gua tuh beneran kagak paham sama jalan pikiran lo, Bang. Lo lakuin peran di depan orang kalau Kak Fresya yang suka sama lo, sedangkan lo gak suka sama dia.” “Kan emang gua—“ “Cebong pertama, gak usah banyak bacot!” potong Marsha dengan kasar. Gadis dengan seragam khusus latihannya itu menatap Angga penuh amarah. Yang mana jelas memb

