(Buah dari perjuangan Angga) Angga menyandarkan kepalanya ke kursi kebesarannya. Matanya sesaat menutup karena rasa pusing mulai menjalar. Tangannya juga terangkat guna mengurut kecil keningnya yang kini tengah berdenyut hebat. Masalah keluarganya sudah terselesaikan. Dan yang Angga lakukan sekarang adalah mengontrol dirinya agar tidak sering memikirkan Fresya terus menerus. Namun semua itu terasa sangat percuma. Karena nyatanya Angga masih tidak bisa menghapus bayangan Fresya sampai saat ini. Seperti ada rasa sakit yang sangat kentara begitu ia mengingat bagaimana baiknya Fresya padanya dan niat gadis itu yang hanya ingin mendekatinya agar bahagia. Sedangkan ia dengan jahatnya menolak keberadaan gadis itu karena merasa jika Fresya hanya mencintainya. Tidak lebih dari hal tersembunyi yang

