"Sebenernya apa sih alasan kamu mau nikahin dia? Papa gak tahu kalau kamu suka sama cewek kaya dia. Biasanya yang kamu deketin itu pada syar'i. Kenapa sekarang berubah?" Angga terdiam. Lelaki itu malah tersenyum tiba-tiba. Membuat Farhan langsung menjauhkan wajahnya dan menatap anaknya dengan takut. Seram juga anaknya tiba-tiba senyum. Apalagi sekarang mereka sedang berada di luar. "Aku gak tahu kenapa. Tapi rasanya terlalu senang. Aku gak bisa dan gak mau lepasin dia, Pa. Aku cinta dia ya, Pa?" "Dih! Pake nanya Papa. Kamu yang kasmaran." Angga mendelik kecil. "Lagian, kamu kok bisa sih suka sama Fresya? Dia cewek yang kata kamu mantan Jonathan, kan? Emangnya gak akan beresiko?" "Angga gak bisa lepasin dia, Pa. Rasanya sesak waktu Angga harus pura-pura gak liat dan gak anggap dia. Rasa

