Bab 98. RDK

2066 Kata

Sesampainya dikediamannya, Jovanka hanya duduk termenung di teras rumah. Dia seakan-akan menyesali apa yang telah diperbuatnya. “Kamu kenapa?” tanya seorang wanita yang tak lain adalah ibunya. “Adelio, Bu.” Jovanka merengkuh tubuh ibunya yang duduk tepat di sampingnya. “Kenapa nggak kamu bunuh sekalian, kalau seperti itu. Gunanya apa kalau selama hidupmu terus merasa tersakiti olehnya,” ujar ibunya. Jovanka dengan cepat melepas pelukan ibunya, kemudian menatapnya dengam sorot mata yang tajam. Wajah sedihnya berubah menjadi amarah yang begitu dalam. “Kenapa Ibu nggak membunuhku kalau saat ini memintaku untuk membunuh Adelio? Nggak akan, Bu. Aku sayang sama dia. Aku nggak mau tahu, dia harus bersamaku lagi entah bagaimana pun caranya.” Jovanka tetap kekeh dengan keinginannya. “Apa kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN