Bab 74. RDK

1050 Kata

Freya dan Arsen pun melangkah beriringan keluar istana. Mereka berjalan tanpa membawa pengawal satu pun. Senyum lepas tersirat di wajah Freya. Dia beitu menikati suasana kali ini. “Kak Arsen, sering jalan begini?” tanya Freya. “Iya, kan dulu Kakak jualan sama Nenek. Jadi, setiap hari hampir dihabiskan di jalanan.” Arsen saat bertutur begitu lembut. “Ingin banget, merasakan punya teman banyak, berlarian, main bareng.” Freya menghela napas panjang. “Keadaan tak pernah berpihak kepadaku.” “Kan ada Kakak yang selalu ada buat kamu untuk saat ini. Kamu belajar buat atur amarahmu, ya. Kita nggak pernah tahu, takdir seperti apa yang disiapkan sama yang Maha Pencipta untuk kehidupan kita kelak. Kalau kamu terbiasa dengan apa yang kamu lakukan dengan berhati-hati, pasti kamu bisa menempatkan dir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN