bab 69

1422 Kata

Lucia menyusuri jalanan seorang diri, dia bingung harus naik apa sebab adanya taksi saja. Mungkin bagi orang lain ongkos taksi murah, tapi tidak baginya. Lucia ingin hidup sehemat mungkin agar tidak menjadi beban berat untuk keluarganya, membayangkan kedua orang tuanya yang hanya petani biasa dan kadang juga bisa terjadi gagal panen membuat d**a Lucia sesak. Tiba - tiba saja ada suara klakson yang nyaring dan berbunyi berkali - kali. Lucia cuek karena dia merasa sudah berjalan di pinggir, akan tetapi suara itu tidak mau berhenti memaksa Lucia untuk menoleh ke belakang. Tak lama kemudian turun seorang pemuda dengan gaya arogan. ''Ternyata kamu memang gadis miskin, sekolah saja jalan kaki. Kalau kamu mau jadi asisten aku nanti setiap berangkat dan pulang akan aku kasih kamu tumpangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN