Nastya agak gemetar juga berhadapan dengan Saiko, apalagi mendapat ratusan tatapan iri dari tamu yang lain. "Aku yakin Saiko tidak akan bisa mengenaliku, jadi aku harus cuek saja, " batin Nastya. Apalagi mobil berwarna hitam mengkilap yang tak jauh dari Saiko berdiri sangat menggoda. Musik mulai berbunyi, dan Saiko mengulurkan tangannya. Ketika Nastya menerima uluran tangan tersebut, keduanya sama - sama bergetar hebat. Seperti sengatan listrik yang membuat mereka salah tingkah. "Perkenalkan, namaku Saiko Osaka. Siapa namamu?" "Nastya Norman, " jawab Nastya. Mereka mulai berdansa, tidak ada ucapan kata setelah itu. Mereka berdua sama - sama terdiam dalam pikiran masing - masing. "Saiko memang gantengnya kelewatan, mungkin jika dia tidak membangun hotel di depan hotel keluar

