Lucia merasa teramat lelah, sampai dia tidak terasa ketiduran dan bersandar pada kaca jendela mobil. Pada saat itu ponsel Lucia bergetar, ada sebuah pesan masuk. Akan tetapi Lucia tidak menyadarinya karena tidur terlalu pulas. Hyuga yang bisa melihat hanya melirik saja. ‘’Dasar gadis kecil ini, kenapa tidak waspada kalau sedang berduaan dengan seorang lelaki? Bisa – bisanya dia tertidur dengan nyenyak seperti itu,’’ batin Hyuga kesal. Namun Hyuga terpana juga melihat wajah cantik Lucia, dari samping saja tampak begitu manis. ‘’Konyol sekali,’’ batin Hyuga tak ingin terpesona oleh gadis yang baginya adalah seekor rubah. Tak lama kemudian Tian datang, pemuda itu tampak kerepotan membawa belanjaan yang begitu banyak dan memasukkanya ke dalam bagasi. Setelah itu Tian masuk, bibirnya ter

