Setelah jam terakhir usai Lucia meminta bantuan Nikita untuk mengantarkan pulang, dia juga berniat menghindar dari Tian karena dia yakin jika siang ini pemuda tersebut mengajaknya pulang bersama. Dan apa yang ada dalam pikiran Lucia menjadi kenyataan, Tian dengan senyuman manisnya sudah menunggu di luar ruangan. ‘’Lucia, ayo kita pulang bersama?’’ Ajak Tian penuh harap. ‘’Maaf, Kak Tian. Tapi aku sudah ada janji dengan Nikita, kita berdua ada tugas,’’ tolak Lucia lembut takut membuat pemuda itu kecewa. ‘’Ya sudah kalau begitu, aku duluan ya?’’ Pamit Tian selalu tersenyum manis padanya. Lucia menghembuskan napas lega sebab akhirnya dia berhasil. ‘’Lucia, jika dilihat sudah jelas Tian menyukaimu. Apa kamu juga memiliki perasaan yang sama?’’ Tanya Nikita serius. ‘’Apa? Konyol sekali me

