Baru saja Zeline masuk ke dalam mobil Seth, jelas sekali perutnya berbunyi dan membuat Seth melihat kearahnya, Zeline saat ini menjadi salah tingkah, wajahnya merona merah. “Lapar?” Seth bersuara sambil tersenyum. Zeline hanya diam, dia malu untuk mengakuinya. “Jangan malu-malu, Gue juga udah denger dengkuran lo, buat apa malu cuma karena suara perut?” Zeline saat ini benar-benar membenci laki-laki ini. “Kenapa? Gak mau makan?” lagi-lagi Seth banyak biacara. “Makan.” Jawab Zeline singkat. “Ya udah, kita makan dulu baru pulang.” Ucapnya santai membuat Zeline tak percaya saat mendengarnya. “Kau …” “Gak mau?” Seth bertanya lagi sambil terus melajukan kendaraanya. “Mau.” Zeline menjawab cepat karena entah kenapa saat ini dia benar-benar ingin makan banyak. “Mau makan apa?” tanyanya.

