Seth melangkahkan kakinya sambil tersenyum mengingat kejadian bodohnya bersama dengan Zeline tadi, membuka privasi orang lain ternyata sedikit memberikannya kesenangan lumayan menghibur disaat hatinya sangat berat untuk memberitahukan pada Zagara kalau pria yang akan dinikahinya adalah seseorang yang b*****t. Kalau dia seperti itu bagaimana menciptakan keluarga yang bahagia. Baginya sayang saja kalau Zahara harus mendapatkan laki-laki yang tak mampu menjadi imam yang baik. Bukankah lebih baik dia saja yang menjadi imamnya. Seth menyunggingkan senyumnya. Dia benar-benar berharap informan yang dia hubungi bisa memberikannya informasi yang bagus dan menarik agar dia bisa memberitahukan pada wanita pujaan hatinya tentang kelakuan munafik calon suaminya itu. "Weitzzz ... tumben siang." Sindir

