Suasana dalam sekejap terasa berbeda. Yahya berhasil mengejutkan semua orang dengan pernyataannya. "Saya akan melamar Ibu Mira." Tatapan Yahya beralih sebentar pada Mira, lalu pada anak dan menantunya, Anya dan Arga. Seolah meminta persetujuan mereka. Arga yang sempat tak berkedip menatap Yahya dengan keputusan tak terduganya, akhirnya mengulum senyum. Lalu menatap pada Anya. Menggerakkan kepala, agar istrinya itu merespon. Namun, wanita yang hatinya senang karena baru bertemu sang ibu itu menggedikkan bahu. Tak mengerti harus bicara apa. "Em, soal itu saya ...." Ucapan Mira menggantung. Sementara semua orang kini menatap ke arahnya. Penasaran. Termasuk Amora dan neneknya. Gadis kecil bernama Amora itu bahkan tak berkedip sedikit pun. Hatinya berdebar. Sejak bertermu dan kemudian de

