Hubungan karena Pelarian

1257 Kata

Arya berjalan lurus, memasuki kafe tempat di mana harus bertemu dengan pimred yang kini bekerjasama dengannya. "Apa yang membawa Anda untuk menemui saya?" Arya tak sabar mendengar penjelasan mengenai pembaruan kontraknya. "Yah, silakan minum dulu, lah Mas PM. Saya sudah memesan kopi termahal ini khusus buat Anda." Arya menyeruput minuman berwarna hitam yang mengepulkan asap tipis-tipis. Rasa nikmat kopi melewati mulut sekaligus kerongkongan. Ia sangat suka menghirup aroma khasnya yang seringkali membangkitkan mood saat bekerja. Ya, menulis tanpa ditemani kopi seperti hidup tanpa oksigen untuk bernapas. "Jadi?" Arya bertanya singkat. "Em, boleh lah kita ganti satu poin kontrak kita." Pimred tersebut mengatakan dengan ragu. "Apa itu?" Ia mulai tak nyaman melihat ekprsei orang di se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN