"Dasar gubl*k!" Sebuah tendangan mendarat ke kaki kering seorang pria yang terikat dari beberapa pria lain. Pria itu mengaduh sakit, tapi masih enggan bicara siapa yang mengirimnya. Meski mulut dan beberapa bagian tubuh lain sudah berdarah. "Katakan!" teriak Max kesal. "Bunuh saja kami!" Pria lain berseru sombong dengan pelipis dan bibir penuh semburat kemerahan. Sudah persis seseorang yang baru saja makan saos memenuhi setiap sudut mulutnya. Max mendekati pria yang berbicara dengan angkuh. "Hemh. Sudah terdesak saja masih sombong!" Ditampar pipi kanan salah satu kawanan yang tak bisa melawan karena kalah jumlah itu. "Joe!" Max kini memanggil salah satu anak buahnya. "Ya, Bos!" Pria dengan tubuh gempal datang. Berdiri mensejajari Max. "Gimana? Kita kubur di gunung atau lempar ke k

