Pagi menelusup tirai sutra, menyelinap masuk ke kamar hotel mewah di Meksiko, melukiskan garis-garis emas di lantai marmer. Udara dingin AC berbisik, membelai kulit Ryujin yang telanjang di bawah selimut. Kelopak matanya bergetar, lalu terbuka perlahan, menangkap siluet Julian yang masih terlelap di sampingnya. d**a bidang kekasihnya naik turun teratur, napasnya halus, bibirnya sedikit terbuka. Sebuah senyum genit merekah di wajah Ryujin. Matanya menelusuri lekuk tubuh Julian, dari bahu kekar hingga perut rata yang kini tertutup selimut sebatas pinggang. Jantungnya berdebar, irama lembut yang berpadu dengan dengkuran halus Julian. Jemari lentik Ryujin bergerak, menyentuh pinggul Julian, mengikuti garis otot yang samar. Sensasi kulit hangat di bawah sentuhannya membangkitkan gelombang gair

