Guling hangat dan wangi. Tapi bentuknya agak aneh dan tidak empuk sama sekali. Wanda merapatkan tubuhnya pada guling besar itu. Eh, tunggu sebentar! Mengapa sekarang rasanya seperti selimut? Sejak kapan ada guling yang bisa membungkus tubuhnya seperti ini? Ini benar-benar aneh. Lama-lama Wanda merasakan keganjalan. Dan dengan begitu ia memaksakan diri untuk membuka matanya. Kantuknya tak segera hilang begitu saja. Mata masih terasa sangat berat. "Pagi, bidadariku." Mata Wanda mendadak terbuka lebar. Dan betapa terkejutnya ia saat mendapati dirinya berada dalam pelukan pria berkulit seputih gula pasir. Arga . Siapa lagi? Suara berat dan dalam itu terdengar lebih serak dan ngebass. Ouh... Belum lagi aroma tubuhnya yang memanjakan indra penciuman itu. Rasanya Wanda ingin menghirup udara

