"Jak, nggak nyangka gua ternyata lo bosnya Jak, bener-bener deh lo nggak keliatan kalo lo lumayan berduit," ujar Natasha saat ia baru saja selesai mencuci semua piranti dapur bersama beberapa orang lainnya. Ejak hanya terkekeh dan menyandarkan badannya pada dinding dapur toko rotinya, entah mengapa jika pada Natasha dia bisa sesantai ini, mungkin karena wujud Natasha yang lebih menyerupai laki-laki membuat Ejak merasa tak ada beban untuk berdekatan. "Sudah malem Nat, kamu tidur saja, aku mau pulang, kamu kerasan kan di sini?" tanya Ejak. "Pastilah, orangnya baek-baek, lagian gua gak perlu mikir tempat kos, enak banget lah Jak, untung juga gua ketemu lo, jodoh kali ya, meski lo sempet gua pukul waktu lo mabok tiba-tiba meluk gua dan manggil-manggil nama Livi, eh itu nama cewek lo ya?"

