"Aku mau mengembalikan lagi akal sehatmu supaya membatalkan keputusanmu impulsif kamu itu, sebelum kamu menandatangani kontrak kerja yang baru dengannya!" "Itu bukan keputusan impulsif, Van. Aku menerimanya dengan akal sehatku!" ralat Zevanya. Stefan mengedarkan matanya ke seluruh sudut ruangan kosong itu, "Kenapa kamu melarangku menyebutkan nama keluargamu?" tanyanya setelah memastikan ruang kosong itu tidak terdapat cctv. "Kamu masih membutuhkan jawabanku setelah kamu tidak mengindahkan permintaan aku itu?" "Aku harus melakukannya, karena Reynard tidak akan bisa ditipu semudah itu. Bersikap seolah-olah kita tidak saling kenal? Reynard tidak sebodoh itu untuk tidak menyadari ada hubungan antara kita berdua, Vanya. Lagipula ... " Stefan sengaja menggantungkan ucapannya untuk memancin

