Mendaline melihat banyak orang yang berlalu-lalang di sekelilingnya. Sementara itu, Grace sedang memegangi sebuah paper bag sambil berkata pada Mendaline. "Ada minuman dan cemilanmu di sini. Kalau kamu lapar, makanlah beberapa potong dan… dan… hiks hiks hiks!" Grace buru-buru menghapus jejak air mata yang menetes turun dari dua matanya. Steve melihat sang kekasih sangat emosional pada sahabat kekasihnya. "Sayang, Menda hanya pergi ke Indonesia, dia tidak pergi untuk selamanya, jangan menangis," bujuk Steve. Grace melirik dengan skor mata ke arah Steve. "Maksudmu aku berlebihan?" Steve buru-buru menggelengkan kepalanya. "Bukan itu maksudku-" "Ah sudahlah! kalian para pria tidak akan pernah mengerti perasaan kami para wanita," potong Grace terhadap ucapan Steve yang baru setengah k

