Chapter 14 - Marah

1196 Kata

Sri meregangkan tubuhnya. Matanya masih terpejam, bersama dengan air liur yang menempel di garis bibir hingga ke pipinya. Wanita itu merasa bugar, bahkan matanya yang tertutup oleh kelopak, terasa hangat tersentuh cahaya matahari. Dia tau, bahwa ini pagi yang cerah. Dia memang berniat untuk santai, karena ini hari minggu. Dia mengusap matanya lalu duduk. Wanita itu masih mencoba mengembalikan seluruh tenaganya. Saat Sri membuka matanya, dia spontan berteriak, "Argh!!" Wanita itu memundurkan tubuhnya saat melihat pria jakung dengan Hoodie hitam berdiri bersedekap sambil menatapnya datar. "Mas Romeo?" Romeo, pria itu nampak menghela nafas dan menaikan sebelah alisnya, "Saya sudah dua kali bolak - balik kamar kamu. Sebelum dan sesudah joging, masih saja kamu belum bangun. Ck, tukang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN