Chapter 21 - Ice cream

1827 Kata

Pagi harinya Hera duduk sambil melihat ponselnya disofa. Dia merasa jenuh, apa lagi belakangan ini kegiatan kuliahnya membuat jenuh. Sri, yang sedang menyapu lantai melihat Hera jenuh mendekati wanita itu, "Mbak Hera kenapa to wajahnya kayak begitu? Ndak sama pacarnya to?" Hera menoleh ke arah Sri, "Ngapain sih upik abu ngomong sama gue! Gue mau dimana ya suka - suka gue lah. Ini kan rumah nyokap gue!" Sri yang mendengar jawaban ketus Hera lalu memajukan bibirnya. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, "Iya Sri tau. Siapa tau mau apel kayak biasanya kan pacarnya Mbak Hera hehe." "Ih, lo tuh lama - lama kayak nyokap gue ya. Kepo terus sama gue, berisik lo!" Hera yang kesal beranjak dari sofa dan meninggalkan Sri yang berdiri memegang sapunya. "Ealah, Mbak Hera mens a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN