Kedatangan Bian yang setiap hari dirumah Sri, membuat wanita itu selalu sakit kepala, karena Bian pasti akan bertengkar dengan Romeo, entah hal sekecil apapun. Bahkan pernah suatu ketika, saat mereka semua ada disatu meja makan yang sama, Bian dan Romeo rebutan mengambil ikan yang sama. Padahal, ikannya masih tersedia banyak. Sri menghela napasnya kesal. Dia mencoba menutup telinganya, saat lagi - lagi kedua pria dewasa itu bertengkar dengan sangat kanak - kanaknya. "Tidak! Sri itu akan ke pengajian bersama saya! Anda apa tau masjid disini? Anda kan orang kota!!" "Anda pikir saya tidak punya mulut untuk bertanya? Tidak punya telinga untuk mendengar? No sense sekali anda!" "Oh, tidak bisa... Sriani itu ke sana sama saya!" "Tidak! Sama saya!" Sri yang mendengar mereka bertengkar hany

