“Silakan masuk,” ucap Felix menyambut ramah kedatangan Bias dan Cinta di rumahnya, “jangan sungkan dan anggap rumah sendiri.” Menjelang hari H, ternyata ada saja beberapa hal yang luput dari perhatian dan tidak dipertimbangkan. Salah satunya adalah permintaan Dinda agar Cinta menginap di rumahnya sebelum hari pernikahan. Rumah baru itu memang memiliki tiga kamar, tetapi hanya dua yang bisa digunakan sebagai tempat tidur. Dinda tidur bersama ibunya di kamarnya, sementara satu kamar lainnya sudah dipersiapkan untuk pak RT dan istrinya yang akan menjadi perwakilan keluarga Dinda dalam prosesi pernikahan. Karena hal yang terlupakan itulah, rencana pun berubah tiba-tiba. Mau tidak mau, Cinta dan keluarga kecilnya akan mengungsi di rumah Felix. “Maaf, ya, Pak, udah ngerepotin,” ucap Cinta h

