124~BC

1300 Kata

“Kenapa belum tidur?” tanya Altaf saat mendapati Ciara duduk seorang diri di depan televisi. Rambut panjang gadis itu terurai, sementara kedua kakinya terangkat dan dipeluk erat. Wajahnya lesu dan adiknya itu tampaknya sedang tidak baik-baik saja. Ciara menatap nanar pada Altaf yang baru duduk di kursi malas. “Mulai besok … restoranku sudah nggak beroperasi. Makin ke sini, semuanya makin minus. Aku nggak tau, gedungnya nanti mau aku jual atau nggak.” “Dan apa yang mau kamu lakukan setelah itu?” tanya Altaf. Sampai saat ini, Altaf benar-benar tidak memberi satu sen pun bantuan pada Ciara. Selain demi menjaga hubungannya dengan Cinta, ia juga ingin Ciara belajar berdiri dengan usahanya sendiri. Jika diingat dan dipikir lagi, selama ini Ciara selalu mendapatkan segalanya. Berbanding terb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN