“Jadi, di ruangan ini aku punya dua brankas,” ucap Ciara memberitahu dengan suara bergetar, “yang satu untuk simpan cashflow harian setelah resto tutup. Dan ini cuma aku sama manajer restoran yang bisa buka. Dan satu lagi, punyaku sendiri …” Ciara menelan ludah dan menunjuk sebuah brankas yang berada di dinding. “Apa isinya?” tanya Danuar berjalan pelan menuju brankas yang ditunjuk Ciara. Brankas itu tersembunyi di balik wall decor bergambar pohon sakura yang sudah diturunkan. “Logam mulia, surat-surat penting terkait restoran, dan cash,” jawab Ciara masih berdiri di sudut meja kerjanya, di samping Altaf, “rupiah dan dolar Amerika.” “Apa aja yang sudah diambil papa?” tanya Altaf setelah melihat CCTV di laptop milik Ciara. “Dan kenapa dia bisa masuk ke ruanganmu dan buka brankasmu?” “

