“Apa kata Anggun?” tanya Bias setelah keluar dari kamar mandi. Ia masih mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil, lalu duduk di kursi meja rias milik Cinta. “Kenapa mendadak dia mau investasi di Naraland?” “Daripada uangnya nganggur,” jawab Cinta yang sudah berbaring di tempat tidur, setelah selesai menghubungi Anggun. Sebenarnya, keluarga Manggala turut membantu Naraland dengan memberikan pinjaman, bukan sebagai investor resmi, sebab mereka tidak mau terlibat terlalu jauh. Melihat bagaimana kekacauan yang ada di dalam keluarga Naratama, Danuar memutuskan untuk memberi pinjaman saja tanpa mau masuk ke dalam inti perusahaan. Tidak hanya Danuar yang berpikiran seperti itu, tetapi Bias pun sama saja. Akan tetapi, tetap saja semua bantuan itu belum cukup bisa membuat kondisi Naraland b

