“Bias sama Cinta belum pulang?” tanya Danuar menarik kursi makan lalu duduk di sana. Sudah waktunya makan malam, tetapi Bias dan Cinta belum ada di ruang makan. “Telat, soalnya Bias jemput Cinta dulu,” jawab Alma sambil meletakkan sepotong d**a ayam panggang di hadapan Danuar, “katanya, tadi lagi ada di sekitar Naraland, jadi sekalian jemput Cinta.” Danuar menghela pendek setelah mengambil garpu dan pisaunya. “Barusan pak Kiano nelpon. Dia mau bicara dengan Cinta, empat mata.” Alma tetap santai memotong d**a ayam miliknya. “Pak Kiano itu padahal satu kantor sama anaknya, tapi kenapa mau bicara sama Cinta aja harus nelpon Papa?” “Aku juga langsung bilang begitu tadi,” ujar Danuar akhirnya juga memotong d**a ayamnya, “tapi dia bilang, Cinta nggak mau bicara kalau bukan urusan kerjaan.”

