145~BC

1602 Kata

“Belum juga genap sehari nikah, tapi langsung dikasih cobaan.” Naifa hanya geleng-geleng sambil membereskan barang-barangnya di kamar hotel “Kalau sudah begini, Mama bisa apa? Padahal, Mama itu cuma mau menikmati masa tua dengan tenang. Nggak pake drama-drama begini.” Ranu menatap Raksa yang duduk bersandar di sofa. Kakaknya itu seolah sudah enggan membalas Naifa yang menggerutu sejak tadi. Raksa memilih diam, karena tidak ingin omelan ibu mereka semakin panjang. “Kemarin sudah Mama kasih waktu untuk berpikir ulang,” lanjut Naifa, “tapi kamunya masih ngotot mau nikah sama Altaf. Sekarang Mama cuma bisa doa, supaya nggak ada drama lagi habis ini dan kamu bisa hidup bahagia. Keinginannya Mama itu sebenarnya simpel, loh, Ran. Tapi kamunya aja yang nggak bisa ngerti.” “Sudah, Ma?” tanya Rak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN