58~DS

1894 Kata

Cinta melirik sekilas ke arah Altaf yang baru saja melewati mejanya. Karena ruang kerjanya berada di ruang yang sama dengan sang kakak, ia pun bisa memperhatikan semua yang dilakukan Altaf tanpa terlewat. “Sorry aku telat,” ujar Altaf setelah menduduki kursi kerjanya, “aku ke rumah sakit dulu, jenguk Cia.” Cinta memilih tidak merespons, karena sudah tahu mengenai hal tersebut. Ciara akan selalu menjadi spotlight dan membuat seluruh anggota keluarga simpati padanya. Begitulah Ciara, tidak berubah. “Oia, siapa yang pegang semua kunci rumah?” tanya Cinta, “aku ada rencana ke sana sama Bias.” Altaf melihat Cinta, setelah menyalakan perangkat komputernya. Ia baru ingat, jika belum menyerahkan kunci rumah pada Cinta setelah meminta seluruh keluarganya pindah. “Tante Briana,” jawab Altaf me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN