127~BC

1273 Kata

Cinta menghela napas panjang setelah mendengar vonis yang dijatuhkan hakim pada Kiano dari Altaf. Kakaknya itu langsung menghubunginya, setelah selesai mengikuti sidang. Ada rasa lega, sekaligus sesak yang menghimpit d**a. Lega, karena semua akhirnya benar-benar selesai. Briana dan Kiano sama-sama mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Namun, di balik rasa itu, ada perasaan lain yang sulit dijelaskan. Seolah ada sesuatu yang tertinggal di dalam d**a. Rasa getir yang tidak bisa diusir hanya dengan sebuah putusan hakim. Kiano memang sudah seharusnya menerima hukuman tersebut. Namun, bagi Cinta, apa pun vonisnya tetap tidak akan menghapus fakta, bahwa orang yang pernah ia panggil papa ternyata menyimpan sisi kelam yang tidak pernah dibayangkan. Secercah kenangan hangat yang dulu pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN