Lima Puluh Lima

214 Kata

"Van, kamu jangan harap buat dapatin malam pertama, lagian kamu juga udah enggak perawan, kamu tahu sendiri aku nikah sama kamu, cuma buat dapatin sertifikat itu, aku udha enggak ada rasa sama kamu, jadi aku harap kamu cukup paham dengan dengan ini semua." Vania tahu kalau cinta ini karena terpaksa, tetapi ia juga sudah senang kok menjadi istrinya Eza, walau ia tahu mungkin dirinya tidak dianggap lebih. Ia juga akan menunggu sampai Eza menganggapnya sebagai seorang istri. "Ya udah aku duluan ke kamar mandi." Vania langsung berlalu ke kamar mandi, tetapi sebelum itu ia sudah dibantu oleh Eza untuk membuak gaunnya. Eza menatap ponselnya, di situ ada foto dirinya dengan Alesha. "Aku akan selalu mencintaimu, walau bukan kamu yang ada di sampingku sekarang. Aku mencintaimu selalu, Alesha.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN