Lita menghela napas pelan. "Terserah kalian aja, lakuin apa pun yang kalian inginkan, toh pendapatku juga enggak bisa kalian terima, kan? Jadi, buat apa tanya restu Mama, lakuin apa pun yang kalian inginkan." Setelah itu Lita langsung beranjak ke kamar dengan perasaan kesal dan kecewa yang menjadi satu. Hanya karena seorang perempuan seperti Alesha, Darel yang penurut menjadi pembangkang, Lita tidak bisa terima itu. Alesha jadi merasa bersalah karena telah membuat Lita marah, semua orang tahu kalau restu ibu itu penting, apalagi surga berada di telapak kaki ibu. Alesha tidak mau kalau pernikahan ini dipaksa, yang ada berimbas negatif pada rumah tangga mereka karena menikah paksa tanpa restu sang ibu, apalagi kita tahu, restu ibu adalah restu Tuhan. "Rel, aku enggak mau pernikahan ini ter

