Eza mengembuskan napas pelan. "Mau tidak mau, udahlah mungkin emang jalannya seperti ini gue harus terima. Gue yang bawa dia ke permasalahan hidup gue, dan gue harus terima konsekuensinya." Eza melirik Alesha dan Darel secara bergantian. "Terue hubungan kalian gimana? Udah direstui sama mama?" Darel menggeleng dengan helaan napas berkali-kali. "Tahu sendiri kan mama orangnya keras, dan orangnya pemilah banget. Dia selalu pengin dapatin yang sempurna." Eza sufah hafal dengan karakter ibunya. "Ya udah, Rel, Al, kalian sabar aja, pasti mama bakal restuin kalian. Mama itu baik, cuma orangnya rada selektif aja, beda kayak papa yang langsung oke aja asal anaknya suka." Alesha yang sedari tadi diam saja akhirnya angkat bicara. "Gue enggak masalah kok kalau Tante Lita enggak suka, anggap aja gu

